Sabtu, 18 April 2026
STASI SEGULING
1. Gambaran Umum
Stasi Seguling
berada di bawah naungan pelindung Santo Petrus. Batas wilayah stasi Seguling
meliputi seluruh wilayah Desa Seguling. Ada pun batas-batas Desa Seguling
adalah sebagai berikut: sebelah utara berbatasan dengan Desa Manis Mata,
sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah, sebelah barat
berbatasan dengan Desa Ratu Elok dan Desa Sungai Buluh, sebelah Selatan berbatasan
dengan Desa Jambi dan Desa Sukaramai. Jumlah penduduk yang beragama Katolik
adalah 177 jiwa yang terdiri dari 92 jiwa laki-laki dan 85 jiwa perempuan. (bdk.
Data umat PUPUK per Mei 2023).
Stasi Seguling
selalu mendapatkan kunjungan Imam atau Frater sebanyak minimal satu kali dalam
sebulan. Apabila tidak ada kunjungan Imam atau Frater, ibadat hari Minggu
dipimpin oleh Prodiakon yaitu bapak Vincente. Apabila Prodiakon berhalangan,
ibadat dipimpin oleh umat awam yaitu bapak Lorensius. Bapak Lorensius ini juga
melayani umat yang memintanya untuk sembahyang ke rumah. Walaupun Imam, Frater
atau Prodiakon tidak dapat melayani selama perayaan Natal dan Paskah, umat
seguling tetap merayakan Natal dan Paskah dengan dipimpin oleh bapak Lorensius.
Stasi Seguling ini bisa dikatakan adalah stasi yang cukup aktif dalam kehidupan
menggereja. Mengenai kesadaran iman atau pengetahuan iman dapat dikatakan stasi
Seguling adalah stasi yang cukup. Hal ini didukung dengan adanya dua guru agama
katolik yang mengajar agama di sana (kedua-duanya adalah perempuan). Kondisi
rumah ibadat/gereja masih seadanya tetapi layak untuk digunakan beribadah. Umat
memiliki kepedulian untuk membersihkannya, sehingga rumah ibadat yang bersih
mendukung suasana untuk berdoa. Sekeliling gereja juga sudah dipagar, sehingga
terlihat rapi jika dipandang dari depan.
Umat Seguling dapat dikatakan adalah umat yang cukup aktif di dalam berbagi. Ketika Paroki mengedarkan amplop aksi kasih natal, amplop aksi puasa pembangunan atau amplop untuk pembangunan gereja, umat Seguling meresponnya dengan baik dan mengisinya dengan ikhlas. Namun, kadang kala Umat Seguling terlambat untuk menyetorkannya ke Paroki.
2. Aksesibilitas
Waktu tempuh stasi Seguling ke pusat kecamatan Manis Mata adalah ± 1 jam. Sementara itu, waktu tempuh stasi Seguling ke pusat pelayanan stasi Asam Besar adalah ± 30 menit, sedangkan waktu tempuh stasi Seguling ke pusat Pelayan Paroki Air Upas adalah ± 1 jam 15 menit. Umat Seguling biasa menggunakan jalan darat karena jalan darat sudah bagus Perusahaan mempunyai andil di dalam memperbaiki jalan darat ke stasi Seguling. Selain jalan darat, Stasi Seguling juga memiliki jalan air untuk pergi ke pusat kecamatan Manis Mata atau ke Sukamara. Di Seguling ada dermaga yang dapat digunakan untuk tempat merapatnya kapal- kapal. Karena dekat dengan sungai besar yaitu Sungai Jelai, Seguling selalu menjadi langganan banjir apabila sungai meluap saat musim hujan.
3. Pendidikan
Di lingkungan
stasi Seguling ada satu PAUD/TK, sedangkan di lingkungan PT. HKK Timur ada juga
satu PAUD/TK. Kemudian, di lingkungan stasi Seguling ada satu SD, sedangkan di
lingkungan PT. HKK Timur juga ada satu SD. Untuk SMP dan SMA, di stasi Seguling
tidak ada. Oleh karena itu, anak-anak stasi Seguling melanjutkan SMP dan SMA ke
Balai Riam, Sukamara, atau Manis Mata.
Menurut data kependudukan 2020, jumlah tenaga pengajar di Desa Seguling ada 5 orang. Jumlah anak-anak yang duduk di bangku SD ada 217 anak, SMP sebanyak 126 anak, yang duduk di bangku SMA ada 98 anak, dan jumlah anak-anak yang duduk di bangku perguruan tinggi ada 15 anak.
4. Fasilitas
Layanan Umum dan Sosial
Perusahaan yang beroperasi di sekitar stasi Seguling adalah Perusaan sawit HKK Timur. Perusahaan ini memiliki perumahan karyawan dan di perumahan itu ada juga orang-orang Katolik. Akan tetapi, orang-orang Katolik di sana lebih sering beribadah ke Balai Riam dari pada ke stasi Seguling. Dulu pernah HKK Timur dikunjungi oleh Imam dari Air Upas, tetapi seiring berjalannya waktu kunjungan semakin berkurang sampai tidak pernah ada lagi. PT. HKK Timur cukup berperan di dalam memperbaiki jalan ke stasi Seguling dan menampung umat stasi Seguling untuk bekerja di sana. PT. HKK Timur juga menyediakan fasilitas pendidikan PAUD dan SD yang dapat diakses oleh umat stasi Seguling. Demikian juga PT. HKK Timur menyediakan fasilitas kesehatan POSYANDU dan PUSKESMAS yang dapat diakses oleh umat stasi Seguling sampai tahun 2023. Stasi Seguling belum mendapatkan aliran listrik dari PLN. Untuk kebutuhan penerangan, umat Seguling masih mengandalkan genset. Ada pula yang menggunakan tenaga surya atau solar sel (solar cell), serta menggukan aki (accu).
5. Kependudukan
Menurut data kependudukan 2020, jumlah penduduk Desa Seguling adalah 1.147 jiwa. Jumlah penduduk yang beragama Islam ada 423 jiwa, beragama Kristen 234 jiwa, dan beragama Katolik ada 490 jiwa (177 jiwa sudah dibaptis, 313 jiwa belum dibaptis tetapi mengaku Katolik). Mayoritas penduduk stasi Seguling adalah orang Dayak, sedangkan sisanya adalah suku pendatang seperti orang Melayu, orang Jawa, orang Batak, dan orang Flores.
6. Kesehatan
Di Desa Seguling terdapat
satu POSYANDU dan PUSKESMAS yang dilayani oleh dua orang bidan. Di PT. HKK
Timur juga ada satu POSYANDU dan PUSKESMAS serta tenaga perawat yang siap sedia
di fasilitas kesehatan tersebut. Apabila ada orang sakit yang tidak bisa
ditangani oleh fasilitas kesehatan setempat, maka biasanya akan dirujuk ke
Sukamara, Balai Riam, atau Manis Mata.
Rata-rata umat Seguling memiliki WC di dalam rumah. Untuk kebutuhan air, umat Seguling mengandalkan air tanah, air sungai, dan air hujan. Untuk asupan protein, umat Seguling mendapatkannya dari mengkonsumsi ikan sungai.
7. Kondisi
Ekonomi
Menurut data
kependudukan 2020, penduduk Desa Seguling yang bekerja sebagai aparatur pejabat
negara adalah 8 orang. Penduduk yang bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 252
orang, penduduk yang bekerja sebagai guru sebanyak 5 orang, penduduk yang
bekerja sebagai petani dan peternak sejumlah 124 orang, penduduk yang bekerja
sebagai pelajar sebanyak 456 orang, penduduk yang bekerja di pekerjaan lainnya
ada 287 orang, dan penduduk yang sudah pensiun ada 15 orang.
Komoditas utama Desa Seguling adalah sawit, ternak dan ikan. Rata-rata umat Seguling memiliki minimal satu kavling sawit per KK. Sementara itu, rata-rata pendapatan umat Seguling per bulan adalah 2 juta rupiah.
8. Program-program Bantuan
Pada tahun 2023 ini Desa sedang melakukan pembangunan jalan rambat beton di jalan utama kampung yang menggunakan dana desa.
9. Kondisi Sosial-Budaya
a. Adat dan Budaya
Kehidupan adat kampung masih kental, terutama adat
perkawinan dan adat pemakaman. Di Desa Seguling juga ada Temenggung yang
bertugas menjaga moral dan adat istiadat kampung. Apabila ada persoalan dalam
hidup bermasyarakat, penduduk menyelesaikannya melalui jalur adat. Mengenai
gotong royong, kegiatan tersebut tidak sering dilakukan dan tidak banyak yang
mengikuti karena kesibukan bekerja di perusahaan sawit.
b. Masalah-Masalah Sosial
Masalah-masalah sosial yang kerap muncul di Desa
Seguling adalah masalah sengketa lahan dengan perusahaan. Ada juga masalah
perselingkuhan, hamil di luar nikah, pernikahan usia dini, dan perebutan harta
warisan. Mengenai masalah narkoba, ada juga di daerah Seguling tetapi tidak
terlalu besar.