Sabtu, 18 April 2026

STASI DIBAU

1. Gambaran Umum

Desa ini meliputi Dusun Air Dekakah, Dusun Alut, Dusun Dibau, dan Dusun Kalimantan. Pusat pemerintahan (perkantoran) terdapat di Dibau. Karakteristik dari Desa Air Dekakah adalah rumah yang memenuhi sepanjang aliran sungai.


2. Aksesibilitas

Terletak ditepi sungai menjadi salah satu alasan terendamnya desa ini setiap curah hujan sedang tinggi. Akan tetapi sudah dilakukan tindakan mitigasi yaitu penaikan badan jalan setinggi 1 meter. Transportasi seperti peruhu jarang dijumpai meski desa dilintasi oleh aliran sungai, sebab akses jalan telah dibenahi oleh perusahaan sawit di sekitar desa.

Evakuasi pada saat banjir mengalami kesulitan justru karena perahu kelotok sudah tidak beroperasi lagi. Beruntung penduduk masih memiliki perahu kecil untuk kepentingan memancing dan keperluan menyeberang ke ladang mereka yang masih tersisa. Jarak tempuh menuju Asam besar sejauh 20 km.


3. Kependudukan

Penduduk di Stasi Santo Mateus Dibau sebanyak 120 KK dengan jumlah jiwa 391 orang. Dari jumlah tersebut terdapat ± 32 KK Katolik dengan jumlah jiwa 106 orang, penduduk beragama Islam terdapat 15 KK dengan jumlah jiwa 50 orang, dan sisanya adalah umat Kristen Protestan. Penduduk yang menganut aliran kepercayaan (kaharingan) sudah tidak ada maka secara persentase, agama Kristen Protestan merupakan agama yang jumlah umatnya terbanyak di lingkungan stasi Santo Mateus Dibau


4. Pendidikan

Ada 1 Sekolah Dasar negeri dengan jumlah murid 39 orang anak dan jumlah pengajar 5 orang. Belum terdapat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Anak-anak yang lulus dari SD Dibau melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di institusi pendidikan milik perusahaan Cargill dan melanjutkan Sekolah Menengah Atas di Manis Mata dan SMA Yohanes Ketapang. Murid yang sedang berkuliah di Sanata Dharma program stusi Farmasi ada 1 orang. Terdapat 1 orang yang sudah menyelesaikan kuliah bidan di Universitas Panca Bhakti Pontianak.


5. Kesehatan dan Sanitasi.

Wilayah bantaran sungai sangat riskan dengan banjir dan merendam rumah hampir terjadi setiap musim hujan. Sering muncul pennyakit kulit atau desentri pasca banjir. Kesadaran warga akan hidup sehat masih menjadi persoalan berat. Ada WC namun mereka lebih suka menggunakan jamban. Terdapat 2 kantor Polkesdes, semuanya terletak di Dibau. Selalu ada kegiatan Posyandu yang dilakukan secara rutin setiap 1 bulan


6. Fasilitas Umum

Terdapat kantor desa, Balai pertemuan/rumah adat, 2 buah poskesdes, sarana pendidikan Sekolah Dasar , Gereja Katolik, dan Gereja Protestan. Terdapat sumber air bersih, lapangan sepak bola, dan PLN. Semuanya terletak di bantaran sungai yang ketika banjir selalu tergenang air Sungai Jelai.


7. Mata Pencaharian

Penduduk di lingkungan Stasi Santo Mateus Dibau kebanyakan merupakan karyawan di perusahaan kelapa sawit PT. MAYA (anak perusahaan PT. CARGILL). rata-rata karyawan tersebut bekerja sebagai pemanen, bongkar muat dan pembrondol buah sawit. Hampir semua umat memiliki kebun kelapa sawit, baik kebun sawit kemitraan maupun kebun sawit pribadi. Selain kebun sawit, hampir semua umat memiliki kebun karet dan masih ada beberapa orang bertanam padi di lakau (sekali panen padi rata-rata 10-30 karung dalam semusim). Ada 4 keluarga Katolik memelihara babi, ada beberapa umat yang pelihara ayam (hanya untuk komsumsi keluarga), ada juga 2 orang umat yang memelihara sapi 6 ekor. Selain itu, ada sapi milik desa berjumlah 6 ekor (ditempatkan di dusun Dibau dan dipelihara oleh salah satu umat Katolik).


8. Pendapatan per – KK

Untuk hasil pertanian utama berupa padi penghasilan mereka ada di sekitar 10- 30 karung dalam setahun karena sistem bertanam padi dengan cara berladang. Hasil panen sawit paling rendah ± 300 kg dan paling tinggi umat yang memiliki lahan sawit yang luas yaitu ± 2 ton setiap kali panen.

Penghasilan umat paling rendah 650.000 dan paling tinggi 6 juta per keluarga. Pengeluaran rata-rata umat dalam sehari diatas Rp 25.000-75.000, diluar menabung di CU. Namun demikian, hanya ada beberapa umat yang nabung di CU.


9. Program – Program Bantuan

Ada beberapa proyek pembangunan yang sudah dikerjakan.

•   Program bantuan rumah adat Dayak (bantuan dari dewan)

•   STEHER (jembatan di pelabuhan) bantuan dari kabupaten (aspirasi dewan) sedang dalam proses pembangunan.

•   Jalan rambat beton (bantuan dari aspirasi dewan)

•   Bantuan pembangunan dan perbaikan jalan dari perusahaan kelapa sawit (PT Cargill)

•   Caritas-PSE dan Paroki: bantuan kemanusiaan korban banjir dengan mengirim makanan pakaian dan obat obatan.