Rabu, 1 April 2026

KASIH YESUS TIDAK BERSYARAT

Hari Rabu dalam Pekan Suci

Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: `Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku` (Mat 26:21)

Yes 50:4-9 Mzm 69:8-10.21-22.31.33-34; Mat 26:14-25
---o---

Yudas telah lama mengikuti Yesus. Ia melihat sendiri mukjizat, pengajaran, dan kasih Yesus. Namun, kedekatan itu tidak membuat hatinya benar-benar melekat kepada-Nya. Karena harapannya tidak terpenuhi, Yudas mulai terikat pada hal-hal duniawi, terutama uang, hingga akhirnya mengutamakan kepentingannya sendiri daripada kesetiaan kepada Tuhan.

Kita pun kadang berlaku seperti Yudas. Ketika ego, kenyamanan, atau kelekatan duniawi lebih kita pilih daripada kehendak Tuhan, saat itu kita sedang mengkhianati kasih-Nya, meski dengan cara yang tak terlihat. Setiap orang dapat tergoda untuk berpaling dari Tuhan, terutama ketika kecewa atau merasa doanya tidak didengar. Namun, Yesus tetap menunjukkan kasih-Nya; Ia tetap menyambut dan melayani para murid, bahkan yang mengkhianati-Nya. Kasih-Nya tidak terbatas dan selalu mengundang kita untuk kembali. Yesus mengajak kita menjaga hati agar tetap setia. Ketika kita jatuh, Ia menanti pertobatan kita dan senantiasa membuka jalan untuk kembali kepada-Nya.

Tuhan Yesus, ajarilah aku setia kepada-Mu. Jauhkan aku dari godaan untuk mengkhianati kasihMu. Bila aku jatuh, tuntunlah aku kembali kepadaMu dengan hati yang selalu ingin mencintai-Mu.


(Titien)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"